Berita >> Warga Mepar di Lingga Gotong-royong Perbaiki Pelabuhan Imbas Rehab Pemprov Tak Lanjut

Warga Mepar di Lingga Gotong-royong Perbaiki Pelabuhan Imbas Rehab Pemprov Tak Lanjut

10 Aug 2024 | admin | Dibaca 125 Kali
Gambar Andalan

LINGGA, TRIBUNBATAM.id - Warga Desa Mepar, Kecamatan Lingga, Kabupaten Lingga, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) melakukan gotong-royong (goro) memperbaiki pelabuhan, Kamis (19/12/2024).

Perbaikan tersebut dilakukan dari inisiasi Pemerintahan Desa (Pemdes) Mepar, dengan mendapatkan bantuan dari donatur.

"Ada beberapa yang menyumbang seperti anggota dewan (provinsi-red) dan juga donatur lain," kata Kepala Desa Mepar, Faif Sundoyo kepada Tribunbatam.id.

Diketahui, pelabuhan tersebut dibangun Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kepri mulai 2023 lalu.

Dermaga tersebut sudah dibangun sebagian dari pangkalnya, namun masih belum dituntaskan hingga selesai.

Sehingga, dengan kondisi yang sudah memprihatinkan dan dianggap membahayakan warga, perbaikan dilakukan dengan bahan seadanya.

"Alhamdulillah, masyarakat menyambut baik dan melaksanakan ini dengan gotong-royong. Ini sambil menunggu perbaikan dari Pemerintah Provinsi," uajr pria yang kerap disapa Handoyo ini.

Ia berharap, ada donatur yang menyumbang material berupa kayu broti. Sebab perbaikan dermaga pelabuhan itu diperkirakan bisa menghabiskan tujuh ton kayu broti.

Handoyo menyebut, satu ton kayu broti mencapai harga Rp3 juta.

"Perbaikan ini kita tidak dapat anggarkan di-DD (Dana Desa-red) karena pelabuhan ini bukan aset Pemdes," ujarnya.

Sebelumnya, warga berharap, pembangunan lanjutan pelabuhan ini bisa direalisasikan pada 2024.

Namun berdasarkan hasil koordinasi, Handoyo menjelaskan, di tahun ini rehabilitasi Pelabuhan Pulau Mepar tidak masuk dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) murni.

Padahal, masyarakat Pulau Mepar menanti-nanti Pelabuhan Mepar tersebut bisa diselesaikan tahun 2024.

a mengaku, usai dilantik, desa yang pertama kali dikunjungi Gubernur Kepri saat ke Kabupaten Lingga adalah Pulau Mepar.

Saat ini, ujung pelabuhan yang berada di Pulau Mepar tersebut masih terbuat dari kayu, sementara pangkal pelantarnya sudah dibangun beton.

"Keberadaan pelabuhan ini sangat berguna untuk masyarakat Pulau Mepar, yang menjadi tempat bersandar kapal laut," imbuhnya.

Selain itu, Pulau Mepar juga merupakan wisata sejarah yang sering menjadi tujuan wisatawan, sehingga pelabuhan tersebut menjadi penunjang fasilitas yang ada. (Tribunbatam.id/Febriyuanda)

Kabar Desa

Komentar


Tinggalkan Komentar :